BID’AHNYA AMALAN YANG DIKHUSUSKAN PADA MALAM NISHFU SYA’BAN

11 Mei

BID’AHNYA AMALAN YANG DIKHUSUSKAN PADA MALAM NISHFU SYA’BAN

Ketahuilah wahai saudara-saudaraku…semoga Allah merahmatimu… sedikitnya ada enam ‘ulama yang mengatakan bahwa melakukan amalan-amalan khusus pada malam nishfu sya’ban adalah bid’ah! Silakan disimak…

A. Pendapat para ‘ulama besar:

1. Pendapat Imam Ibnu Taimiyah tentang pengkhususan puasa, shalat al-fiyyah dan perayaan pada malam nishfu sya’ban:

a. Tidak ada dasarnya

b. Haram

c. Bid’ah

d. Hadits tentang shalat Al-Fiyyah adalah palsu

[lihat: Iqtidha Shiratal Mustaqim 2/138]

2. Pendapat Imam Nawawi tentang shalat Rojab dan Sya’ban:

a. Bid’ah yang buruk

b. Mungkar

[Lihat: dalam Fatawa beliau hal. 26]

3. Pendapat Zaid bin Aslam:

a. Para sahabat kami [‘ulama] tidak pernah melakukannya

b. Para Ahli Fiqh tidak pernah melakukannya

4. Pendapat Imam As-Suyuthi tentang menyemarakan malam nishfu sya’ban:

a. Perkara yang dibuat oleh ahli bid’ah

b. Mengikuti tradisi kaum majusi untuk membangkitkan kembali agama mereka

c. Agama jadi permainan dan senda gurau

d. Tidak pernah diriwayatkan secara shahih dari Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam baik untuk menyemarakan maupun untuk shalat yang dikhususkan pada malam harinya

e. Diselenggarakan pertama kali pada zaman Al-Baramikah

f. Mengelabui rakyat jelata agar amalan ini dianggap sunnah

g. [Umumnya-ed] terjadi campur baru lelaki dan perempuan [ikhtilath, terlarang dalam islam-ed]

h. Wajib bagi ulama untuk memberi peringatan [agar rakyat tidak mengikuti shalat dan perayaan malam nisfu sya’ban-ed]

[Lihat: Al-Amru bil Ittiba’ wan Nahyu ‘Anil Ibtida’, hal 177-178].

5. Pendapat Imam Ali bin Ibrahim tentang menyemarakan malam nishfu Sya’ban dan shalat Raghaib:

a. Semua itu jauh dari kebenaran

b. Para ‘ulama telah membantahnya

c. Amalan semacam itu telah dihapus secara sempurna pada awal tahun 800an hijriyah di Mesir dan Syam

[Lihat: Al-Amru bil Ittiba’ wan Nahyu ‘Anil Ibtida’, hal 179].

6. Pendapat Syaikh Al-‘Allamah Ibnu Baaz tentang perayaan malam nishfu sya’ban dan mengkhususkan puasa pada hari itu:

a. Bid’ah

b. Tidak ada dasarnya dalam agama

c. Hadits2nya tidak dapat dijadikan hujjah sebagaimana dikatakan mayoritas ‘ulama

B. Tambahan faidah:

1. Perkataan Ibnu Abi Malikah

Ibnu Abi Malikah diberi tahu bahwa Ziyad bin An-Numairiy berkata; “Pahala malam nishfu sya’ban sama dengan pahala lailatur qadar.” Beliau menjawab: “Seandainya saya mendengar sedangkan di tangan saya ada tongkat. Tentu saya pukul dia.” Hal ini disebabkan Ziyad adalah tukang cerita.

2. Perkataan Imam As-Suyuthi

Berkata Al-Imam As-Suyuthi, “Wahai saudaraku! waspadalah kalian terhadap para pembuat cerita palsu yang mengutarakan sebuah hadits kepada kalian sekalipun tujuannya baik sebab untuk mewujudkan kebaikan itu harus benar-benar sah dari Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam. Jika anda telah mengetahui palsunya suatu hadits maka ketahuilah hal tersebut bukan termasuk syari’at sedikitpun bahkan termasuk wahyu dari setan yang dibangun diatas hadits palsu!

Penulis katakan: Diantara hadits palsu berkaitan dengan malam nishfu sya’ban adalah hadits tentang shalat Al-Fiyyah…semoga Allah memudahkan penulis untuk menjelaskan kedudukan hadits tersebut suatu saat nanti…

Referensi: Abu ‘Ubaidah. 1422 H. Riwayat Seputar Nishfu Sya’ban dan Hukum Merayakannya. Majalah Al-Furqan Edisi 1 Tahun Pertama. Gresik. Halaman 10-12.

Notice: Foto di atas aslinya bukan dari blog ana. Ana hanya memodifkasinya dengan sedikit tulisan tapi ana lupa dimana asal website asal foto tersebut.

%d blogger menyukai ini: