4. Niat dalam Puasa Ramadhan

30 Mei

Seseorang yang ingin berpuasa Ramadhan hendaklah berniat sebelum waktu terbit fajar. Dalilnya adalah hadits Nabi shallallahu’alayhiwasallam:

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنِي ابْنُ لَهِيعَةَ وَيَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ حَزْمٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ حَفْصَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ لَمْ يُجْمِعْ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

قَالَ أَبُو دَاوُد رَوَاهُ اللَّيْثُ وَإِسْحَقُ بْنُ حَازِمٍ أَيْضًا جَمِيعًا عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ مِثْلَهُ وَوَقَفَهُ عَلَى حَفْصَةَ مَعْمَرٌ وَالزُّبَيْدِيُّ وَابْنُ عُيَيْنَةَ وَيُونُسُ الْأَيْلِيُّ كُلُّهُمْ عَنْ الزُّهْرِيِّ

(ABUDAUD – 2098) : Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Shalih, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Wahb, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah, serta Yahya bin Ayyub dari Abdullah bin Abu Bakr bin Hazm dari Ibnu Syihab, dari Salim bin Abdullah dari ayahnya dari Hafshah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Barangsiapa yang belum berniat untuk berpuasa sebelum fajar, maka tidak ada (tidak sah) puasa baginya. Abu Daud berkata; hadits tersebut diriwayatkan oleh Al Laits serta Ishaq bin Hazim juga, seluruhnya berasal dari Abdullah bin Abu Bakr, seperti itu dan meriwayatkannya secara mauquf kepada Hafshah, Dan diriwayatkan Ma’mar, Az Zubaidi dan Ibnu ‘Uyainah serta Yunus Al Aili seluruhnya berasal dari Az Zuhri.

Sumber : Abu Daud
Kitab : Puasa
Bab : Niat dalam puasa
No. Hadist : 2098

kemudian juga hadits Nabi shallallahu’alayhiwasallam:

أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْأَزْهَرِ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ حَفْصَةَ

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ مِنْ اللَّيْلِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

(NASAI – 2294) : Telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin Al Azhar dia berkata; telah menceritakan kepada kami ‘Abdurrazzaq dari Ibnu Juraij dari Ibnu Syihab dari Salim dari Ibnu ‘Umar dari Hafshah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang tidak berniat puasa dari waktu malam, tidak ada puasa baginya.”

Sumber : Nasa’i
Kitab : Puasa
Bab : Perbedaan pengutip berita Hafsah
No. Hadist : 2294

Catatan: Niat yang dimaksud di sini bukanlah dengan cara melafazhkannya hanya saja yang dimaksud dengan niat adalah kehendak kuat untuk berpuasa [lihat Al-Mughni 4/337] bahkan jika niat dilafazhkan bisa menjadi bid’ah dalam agama [lihat Shifat Shaum Nabi shallallahu’alayhiwasallam]. Wallahua’lam.

Satu Tanggapan to “4. Niat dalam Puasa Ramadhan”

Trackbacks/Pingbacks

  1. [Outline]: SERBA-SERBI RAMADHAN « Artikel Islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah/Salafy - 30/05/2010

    […] 4. Niat Dalam Puasa Ramadhan […]

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: