Ta’aruf Via Internet? Bolehkah?

5 Jul

Oleh: Syaikh Mamduh Farhan Al-Buhairi, Ketua Umum Rabithah Al-Muslimin Al-Judud yang berkedudukan di Makah.

Berdasarkan pengetahuan saya akan keadaan website-website biro jodoh di internet yang jauh dari kehati-hatian maka saya memandang bahwa termasuk menunaikan amanah, saya berbicara permasalahan ini sesuai dengan ilmu saya di bidang ini.

Sesungguhnya islam telah memberikan perlindungan terhadap hubungan diantara tiap individu dan membatasinya dengan pagar pembatas yang sesuai dengan jiwa manusia. Maka islam mengharamkan hubungan antara seorang laki-laki dengan seorang wanita kecuali dibawah naungan pernikahan syar’i. Begitupula tidak diperkenankan seorang laki-laki berbicara langsung dengan seorang wanita, demikian pula sebaliknya kecuali ada kebutuhan. Dan sekalipun ada hajat [kebutuhan] yang mengharuskan keduanya berbicara secara langsung maka hal tesebut haruslah dilakukan dalam batasan-batasan adab dan akhlak.

Allah berfirman:
وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ
Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka [Al-Ahzab: 53]

Dan Allah berfirman:
فَلا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلا مَعْرُوفًا
Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik [Al-Ahzab:32]

Pembicaraan itu bisa berupa dengan tutur kata, isyarat atau tulisan. Pembicaraan itu adalah sebuah ungkapan segala sesuatu yang menjelaskan maksud seseorang, dalilnya adalah firman Allah:
قَالَ آيَتُكَ أَلا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلاثَةَ أَيَّامٍ إِلا رَمْزًا
Allah berfirman: “Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat [Ali Imran: 41]

Sesungguhnya apa yang terjadi pada hari ini dan yang terjadi pada kebanyakan media yaitu yang dikenal dengan biro jodoh untuk perkenalan dan pernikahan kadang-kadang perkenalan tersebut terjadi antara seorang gadis dengan seorang pemuda dan masing-masing memberikan ciri-cirinya kepada yang lain bahkan lebih dari itu, sampai masing-masing memberikan foto pribadinya. Sekalipun banyak manusia yang menganggap bahwa pintu ini adalah mempermudah perkenalan namun didalamnya terdapat banyak kerusakan yaitu dilihat dari beberapa sisi berikut ini:

Yaitu bahwa jalan ini bukanlah jalan syari’I bagi mereka yang ingin menjaga dirinya dari perbuatan keji. Dan kadang-kadang dengan perbuatan seperti ini bisa menimbulkan adanya penipuan besar yaitu dengan adanya informasi-informasi yang tidak benar dari masing-masing calon.

Sebagaimana hal ini adalah sebuah pintu besar untuk melakukan pengkhianatan. Adakalanya laki-lakinya jujur menginginkan sebuah pernikahan akan tetapi wanitanya dusta. Dan sebaliknya, si wanita jujur menginginkan kesucian akan tetapi si lelaki berkhianat, demikian seterusnya.

Kemudian siapa pula yang memberikan rekomendasi kepada lelaki tersebut dan siapa pula yang memberikan rekomendasi kepada wanita tersebut dengan jalan seperti ini?

Sesungguhnya jalan-jalan internet tidaklah menyediakan jalan yang benar untuk perkenalan dan pernikahan, lebih-lebih terdapat beberapa kerusakan yang ditimbulkan olehnya. Cara ini bukanlah jalan yang terpercaya, dikarenakan cara ini tidaklah memberikan informasi yang benar tentang kepribadian dan akhlak yang sebenarnya.

Seseorang kadang-kadang menyebutkan tentang dirinya bahwa dia memiliki sifat-sifat yang baik dan utama padahal kenyataannya adalah sebaliknya. Tidak menutup kemungkinan dia menjadikan sarana ini sebagai sarana untuk berburu wanita dengan mamanfaatkan kemauan keras wanita untuk menikah sementara dia hanya sekedar main-main dan berbuat makar.

Maka sesungguhnya pernikahan bukanlah sekedar sebuah kenikmatan sesaat atau kenikmatan yang lewat begitu saja, akan tetapi pernikahan adalah sebuah tanggung jawab, amanah, pembangunan sebuah keluarga, dan andil dalam mempersiapkan kehidupan. Maka perkenalan tersebut tidak akan sempurna dengan sarana ini yang didalamnya banyak sekali ditemukan penipuan dan kebohongan.
Sesungguhnya yang benar serta jalan syar’i bagi mereka yang menginginkan kesucian dan jauh dari perbuatan haram adalah dengan meniti jalan yang telah dikenal oleh masyarakat. Dan tidak ada seorang pun yang tidak mengetahui jalan tersebut. Yaitu, bertanya tentang gadis tesebut umapamanya, kemudian jika dia sudah bertekad untuk menikah maka dia menghubungi keluarga gadis tersebut dan meminta kepada mereka untuk memberi izin melihat gadis tersebut. Setelah itu, meminta persetujuannya atau penolakan. Inilah jalan menuju pernikahan yang aman dari penyelewengan denga izin Allah.

Adapun menggunakan internet sebagai sarana untuk memuaskan birahi dengan jalan saling mengirimkan surat cinta dan bertukar foto-foto dengan alasan mencari gadis halal, maka hal tersebut sama sekali tidak diperbolehkan. Perbuatan tersebut adalah sarana menuju keburukan yang besar dan pintu yang akan dimasuki oleh lelaki dan perempuan rusak menuju akibat yang tidak terpuji.

Rasulullah shallallahu’alayhiwasallam telah memberikan peringatan kepada kita akan fitnah wanita dengan sabda beliau:

“Tidaklah aku tinggalkan sebuah fitnah setelahku yang lebih berbahaya terhadap kaum laki-laki daripada fitnah wanita” [HR. Bukhari dan Muslim]

Boleh jadi seseorang yang berjanji dan yakin tidak akan berkata-kata dan berbuat sesuatu yang membuat Allah murka akan tetapi terkadang syaithan menyeretnya menuju kesalahan setapak demi setapak maka seorang muslim wajib berhati-hati terhadap hal tersebut.

Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. [An-Nuur: 21]

Maka orang yang ingin menikah hendaknya dia bertanya tentang siapa yang menikah dengannya, bertanya tentang keadaan , akhlaknya dan tentang keluarganya. Dan sebelum itu semua hendaknya dia bertanya tentang agama dan konsistensi calon pasangannya dalam beragama. Hal ini yang tidak mungkin terjadi dengan sarana internet, apatah lagi setelah jelas adanya banyak kerusakan pada sarana tersebut.

Sesungguhnya setiap muslim yang memiliki fitrah lurus pasti akan cemburu terhadap mahram-mahramnya, dia tidak akan rela saudari-saudarinya diperlakukan dengan perlakuan yang hina dan murah seperti ini. Bahkan saudari-saudari kita dan putri-putri kita adalah intan permata, wajib atas kita untuk menutupiya dengan kecintaan, menjaga mereka dari segala hal yang mengoyak sifat malu dan kesucian mereka.

Wajib atas kuum muslimin waspada terhadap perbincangan dengan kaum wanita melalui website-website persahabatan di internet karena hal tersebut termasuk jalan-jalan setan dan jalan-jalan kesesatan.
Mudah-mudahan Allah menjaga kaum muslimin dari fitnah yang nampak maupun yang tersembunyi


————————————————————————————————————————-
Selesai disalin dari Majalah Qiblati Vol.2/No.1 dengan sedikit perubahan di dekat jalanan yang berisik.

%d blogger menyukai ini: