Anak-Anak Kita, Antara Playstation Dan Televisi

9 Jul

Sungguh masyarakat Inggris telah tersadar atas sebuah kejadian yang terjadi pada 29Juli 2004 dimana ada seorang anak yang hampir baligh membunuh seorang bocah dengan kapak dan pisau demi meniru apa yang telah dilihatnya di PS. Game tersebut dimulai dengan menyeret seorang anak menuju sebuah kebun yang tedekat kemudian memukulnya dengan sebilah kapak maka tatkala dia melihat darah memancar darinya dia sempurnakan pembunuhannya dengan pisau. Nah, setelah itu diketeahui bawha dia melaksanakan perbuatan tersebut karena mencontoh apa yang telah dlihatnya di PS.

Kejadian di atas hanya salah satu contoh dari dampak bermain game tanpa pengawasan dan pembatasan secara syar’i dan ilmiah.

Sesungguhnya tahapan umur yang paling berpengaruh adalah masa kecil. Pada fase tersebut seorang anak mudah sekali dipengaruhi . Oleh karena itu sudah sangat lumrah jika seorang anak akan meniru apa yang dia lihat dan dengar.

Sungguh para ayah dan ibu akan senang dengan sesuatu yang menyibukkan anak-anak mereka daripada mengganggu dan merepotkan mereka. Orang tua senang jika ada tontonan yang menghentikan teriakan-teriakan anak-anaknya. Lalu apakah anak-anak tersebut menyadari perbuatan kedua orang tua mereka?

Seandainya salah seorang bertanya kepada dirinya sediri mengapa sarana-sarana [permainan] dan yang lainnya ini didatangkan untuk anak-anak? Maka secara pasti -secara umum- mereka akan menjawab dengan salah satu jawaban dari lima jawaban:

1. Sebagai kado dan hadiah untuk mereka
2. Meniru teman-teman mereka dan mengukuti mereka
3. Untuk mengisi waktu kosong atau liburan
4. Agar mereka betah duduk di rumah
5. Untuk meminimalisir gangguan dan celotehan mereka

Sebagai catatan secara umum jawaban-jawaban tesebut menunjukan bahwa didalamnya ada bentuk pendidikan yang jelas kepada anak-anak tersebut.

Oleh karena itu, disini akan saya bisikkan ke telinga-telinga para pendidik, orang tua dan mereka yang bertanggung jawab dan saya ajukan beberapa pertanyaan berikut:

Apa bentuk sarana yag telah anda datangkan kepada anak-anak anda?
Apa kandungan sarana yang anda sodorkan kepada mereka?
Berapa jam mereka duduk di depan sarana tersebut?
Apakah anda duduk bersama mereka saat mereka berada di depan sarana tersebut?
Apakah anda mengadakan dialog bersama mereka tentang apa yang mereka beli dan mereka lihat dengan dialog yang berisikan pengarahan kepada mereka?

Berbagai pertanyaan yang bermacam-macam perlu dicari jawabannya sementara jawabannya Nampak jelas di hadapan kita dalam kenyataan kehidupan keluarga dan rumah tangga sekalipun sangat disayangkan adalah sangat menyedihkan.

Pada kesempatan kali ini saya ingin membicarakan secara fokus kepada salah satu sarana tersebut, Playstation [PS] yang terus berkembang dengan pesat dan memiliki daya tarik yang tinggi terhadap akal dan pandangan anak-anak. Game ini telah membuang uang ratusan juta rupiah, sementara perusahaan pemroduksi game ini telah untung dengan keutungan yang sangat besar.

Padahal game ini berisikan mater-materi yang mendidik para pemain dan orang yang menontonnya dengan didikan liar, kejam dan pembunuhan. Dikarenakan sebagian besar game ini bersandarkan secara langsung kepada pikiran kejahatan, pembunuhan dan darah. Hingga game-game tersebut diberi judul seperti The Devil’s Night [Malam Iblis], Canibals [Pemakan Daging Manusia], dll. Belum lagi didalamnya banyak bertebaran gambar-gambar telanjang [menampakkan aurat-ed].

Sementara para pemainnya betah bermain dengannya dengan anggapan bahwa ini hanyalah sekedar permainan seperti permainan “Pembunuhan Wanita-Wanita Telanjang” yang berisikan pemandangan-pemandangan porno. Juga game perkelahian, yang kalah dalam perkelahian tersebut adalah wanita-wanita berpakaian akan tetapi hakikatnya telanjang. Dua perkara inilah-juga perkara-perkara lain- yang ditanamkan oleh sebagian game-game elektronik ini.

Dan yang aneh bahwa game-game terorisme muncul di dunia islam dengan harga yang murah sementara harganya melangit di Eropa dan Amerika. Game-game ini telah menyebar di rumah-rumah kita seperti menyebarnya api pada rumput-rumput kering. Padahal permainan ini adalah sebuah program pendidikan diatas sikap membunuh dan perburuan dengan bentuk yang mengerikan.

Tidak cukup hanya dengan ini, masih banyak lagi puluhan game dihiasi denga teknologi modern tanpa adanya penjagaan terhadap akal, adab dan norma-norma yang benar.

Game lain seprti Mortal Combat, menggambarkan salah seorang pahlawannya memenggal kepala korban dari tubuhnya, yang lain membunuhnya dengan listrik, yang ketiga merobek dada korban dengan keji hingga jika jantungnya yang masih berdenyut itu kelular dia memotong-memotongya dengan kedua tangannya.

Adapun game Night Trap, menggambarkan adanya makhluk penghisap darah yang sedang kehausan sedang memburu lima orang wanita, kemudian merusak kehormatan mereka lalu membuat lobang di leher mrereka dengan alat listrik lalu menggantung mereka seperti menggantung hewan sembelihan, bagian bawah berada di atas dan bagian atas berada di bawah.

Sesungguhnya semua ini telah dibiarkan begitu saja di depan anak-anak selama puluhan jam. Sebagian para peneliti telah menyebutkan bahwa anak-anak duduk di depan permainan itu dan program yang semacamnya dari channel-channel hiburan sekitar seribu jam per tahun kemudian sepuluh ribu pada usia SD dan SMP yang menyamai separuh waktu mereka duduk di dalam kelas di sekolah mereka. Ini adalah sebuah kesenangan yang berbahaya dikarenakan fase ini adalah fase penting bagi kehidupan seorang anak, fase penyerapan dan penanaman norma dan perilaku sebagaimana telah kita sebutkan. Sebagian peneliti juga menjelaskan berbagai permainan elektronik dalam masa yang panjang memiliki dampak negatif diantaranya yang terpenting adalah:

– Perilaku bengis yang selalu terkait dengan darah dan senantiasa curiga
– Mencabut sifat kemanusiaan dari diri pemain
– Mencabut kepeakaan perasaan dari hati pemain
– Menikam kesucian anak
– Perubahan negatif dalam kepribadian [seperti kelabilan dalam belajar]
– Ketegangan masyarakat dan permusuhan terhadap orang lain

Ini adalah sekedar luapan dari limpahan air bah yang berasal dari satu macam sarana hiburan bagi anak-anak. Maka bagaiamana pula jika kita memaparkan secara penjang lebar tentang segitiga berbahaya yaitu parabola [Televisi] yang merupakan pelengkap bagi permainan elektronik, yang mana anak-anak suka menontonnya dan terpengaruh dengannya?! Apalagi jika kita mengetahui bahwa 63% manusia memiliki parabola di rumah-rumah mereka sesuai dengan survey terkini?

Bagaimanapun sisi positif dari parabola ini, maka sesungguhnya membiarkannya begitu saja di hadapan anak-anak menimbulkan dampak negative yang luar biasa dalam menghancurkan kehidupan mereka.

Dampaknya Dalam Masalah Aqidah

Tontonan tersebut membuat akal pkiran berkhayal, yaitu saat anak-anak melihat ada seorang laki-laki terbang di angkasa, membongkar gunung, membelah bulan bahkan melakukan hal-hal yang lebih dahsyat dari itu. Maka sebagian tontonan itu membunuh akal, ilmu dan kebenaran dari dalam khayalan dan imajinasi jauh dari kenyatan. Semua tontonan tersebut dipenuhi oleh akhlak pembuatnya, juga pikiran, khayalan dan budaya mereka yang bertentangan dengan landasan, budaya dan agama mereka.

Pengaruh Terhadap Kejiwaan

Bahwasannya film-film dan berbagai macam permainan ini menumbuhkan rasa takut, cemas, dan kekhawatiran di dalam jiwa anak-anak disebabkan apa yang telah mereka lihat dari film-film horor dan lain sebagainya. Yang demikian ini telah dikuatkan oleh ribuan pembahasan di Amerika dan lainnya. Dan semuanya itu merampas rasa aman dari jiwa anak-anak.

Pengaruh Kemasyarakatan

Apabila anak-anak tersebut benar-benar terpisah dari orang-orang yang ada di sekitarnya dia menjadi tertawan oleh apa yang dilihatnya. Akan sedikit sekali interaksi antara dirinya dengan orang yang ada di sekitarnya, kedua orang tua dan saudara-saudaranya. Bahkan ketika sebagian menghidangkan makanan kepadanya, dia tetap berdiri dan bermain. Padahal pertumbuhan kemasyarakatan sangat diperlukan oleh anak seperti yang sudah dimaklumi.

Pengaruh Kesehatan

Dampak kurangnya melakukan gerakan-gerakan akan membahayakan kemampuan persendian seorang anak dan semakin menambah lemak yang berlebihan, melemahkan intensitas penglihatan, merubah bahan-bahan kimia pada tubuh sebagai dampak tontonan dan permainan.

Dampak Tarbawi [Pendidikan]

Dampak tersebut sangat berbahaya. Hal ini tidak tampak sekaligus, tetapi akan nampak akibatnya dengan berjalannya waktu. Yang jelas semua itu akan berpengaruh pada kepribadian seorang anak dan membentuknya untuk melakukan berbagai penyimpangan karena pengaruh dari berbagai film dan game yang menggambarkan kedustaan, penipuan dan kecurangan sebagai sebuah ketangkasan dan keahlian serta mencabut rasa malu dan adab dari hat-hati mereka.

Pembicaraan kita ini tidak dimaksudkan untuk melarang semua itu secara mutlak dan bahwa semua sarana ini atas anak-anak juga tidak berlaku secara mutlak. Akan tetapi haruslah ada reaksi dan usaha kehati-hatian sesuai dengan ketentuan-ketentuan ilmiah berikut ini:

a. Memberikan arahan secara umum kepada anak-anak oleh pihak para bapak dan ibu serta dari media informasi dan pendidikan
b. Mempelajari dan meneliti sesuatu sebelum menyodorkannya kepada anak-anak.
c. Mengadakan saran alternatif yang sesuai, berupa game-game hiburan dan film-film kartun. Hal ini sangatlah banyak didapatkan pada berbagai siaran TV dan program-program computer.
d. Membatasi mereka untuk duduk di depan berbagai sarana tersebut.
e. Membangkitkan jiwa kritis dan kompetitif seputar tayangan tersebut serta mendiskusikan segi positif dan negatifnya.
f. Menciptakan sarana hiburan pengganti dari menonton Televisi menuju pertemuan langsung dengan masyarakat.
—————————————————————————————————————————–
Selesai disalin dari Majalah Qiblati Edisi Syawal 1427 Hijriyah dengan sedikit perubahan di Kota Kelahiranku walau ana sendiri kurang tertarik dengan pembahasan ini sebab ana belum punya anak dan adik kecil yang baru😀

%d blogger menyukai ini: