[Paus Vatikan Bermain Api!!!] Ajaran Islam Tidak Berprikemanusiaan dan Islam Tersebar Dengan Pedang???

10 Jul

Kejadian yang diperbuat oleh Paus Vatikan terhadap agama Islam kita yang agung, Nabi kita Muhammad shallallahu’alayhiwasallam menunjukkan dengan jelas akan sikapnya yang tidak obyektif terhadap agama Islam. Agama yang datang untuk memberikan hidayah kepada seluruh alam baik manusia maupun jin, mengeluarkan manusia dari kesesatan dan kegelapan serta keterbelakangan menuju ketenangan, keamanan dan ketinggian. Dia berbuat namimah [adu domba] karena ketidaktahuannya tentang sosok Nabi shalllallhu’alayhiwasallam yang mulia, yang memberikan hidayah, karena ketidaktahuannya tentang ketinggian akhlak, manhaj dan dakwahnya kepada agama Allah.

Yang aneh, dia mengutip teks perkataan Imperium Bizantium pada abad 14 M saat dia mempertahankan Konstantinopel sebelum pembukaannya oleh kaum muslimin. Dan Imperium tersebut termasuk yang memusuhi dan fanatik menentang Islam. Ringkasan dari perkataan tersebut adalah:

“Sesungguhnya aqidah agama Kristen berdiri berdasarkan mantiq [ilmu kalam, logika filsafat], sedangkan kehendak ilahi di dalam aqidah Islam tidaklah ditunjukkan pada hukum akal, oleh karena itulah islam menyebar dengan pedang, tidak dengan menundukkan akal dan Nabi Muhammad shallallahu’alayhiwasallam tidaklah datang kecuali dengan sesuatu yang buruk dan tidak berprikemanusiaan.”

Seyogyanya Paus Roma harus lebih teliti dan obyektif dalam ucapannya, khususnya dia menduduki jabatan Gereja yang tertinggi. Perbuatan tersebut semakin menamba tertekannya dunia Arab dan dunia Islam dan semakin menguatkan ketidaktahuannya akan realita, juga menunjukkan kefanatikannya dalam menentang Islam serta Nabinya yang mulia shallallahu’alayhiwasallam . Hal tersebut merupakan pembenar bagi firman Allah:

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَلْبِسُونَ الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang hak dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui? [Ali Imran: 71]

Berdasarkan hal tersebut maka kami akan sampaikan beberapa kebenaran yang wajib diperhatikan:

1. Agama Islam tidaklah tersebar dengan pedang sebagaimana yang diklaim oleh Paus Vatikan. Sepanjang sejarah Islam kita dapati bahwa Islam menjamin kebebasan berakidah dan beribadah. Maka bagi setiap orang adalah agama dan madzhabnya, tidak pernah dipaksa untuk meninggalkannya menuju agama atau madzhab lainnya. Sandaran kebenaran ini adalah firman Allah:

لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam) [Al-Baqarah:256]

Demikian pula, Islam telah melindungi tempat-tempat ibadah milik non muslim, serta memperhatikan syi’ar-syi’ar agama mereka. Di zaman Umar, terdapat teks kebebasan beragama dan kehormatan tempat-tempat ibadah serta-syi’ar-syi’ar mereka yang dituangkan di dalam surat beliau untuk penduduk Ellia’ [Al-Quds]:

“Ini adalah apa yang diberikan oleh Amirul Mukminin kepada penduduk Ellia’ berupa keamanan; memberikan mereka keamanan untuk jiwa-jiwa mereka, harta, gereja-gereja, salib-salib dan seluruh [bagain] dari agama mereka. Gereja mereka tidak akan digusur, tidak akan dihancurkan, tidak akan dikurangi bangunannya tidak pula wilayahnya, tidak juga salib [yang ada di dalamnya], tidak juga dikurangi sedikitpun dari harta-harta mereka yang diganggu.”

2. Seharusnya Paus kembali melihat perkataan-perkataan para penulis Barat non Muslim dan selain mereka yang termasuk orang yang bersikap adil terhadap Islam dan Nabi agama Islam. Sebagai contoh: Goustav Leboun, seorang pemikir Perancis pernah berkata:

“Sesunggunya umat manusa tidak pernah mengetahui para aggressor yang penuh kasih sayang, dan penuh toleransi seperti bangsa Arab dan agama yang mudah [toleran] seperti agama mereka.”

Sir William Moire berkata dalam bukunya, “Sejarah Muhammad”:

“Keistimewaan Muhammad adalah dengan kejelasan ucapannya, kemudian agamanya. Sesungguhnya dia telah menyempurnakan berbagai pekerjaan yang mencengangkan akal pikiran. Sejarah tidak pernah menyaksikan seorang pembaharu yang membangunkan jiwa, menghidupkan akhlak, serta mengangkat keutamaan dalam kurun waktu yang singkat serperti yang dilakukan oleh Muhammad shallallahu’alayhiwasallam”.

Thomas Carliel, seorang filosof Inggris di dalam bukunya “Para Pahlawan” berkata:

“Suatu kaum yang berjalan di padang pasir selama berabad-abad, dan tidak pernah diperhitungkan sebelumnya, tatkala datang kepada mereka seorang Nabi yang berbangsa Arab mereka menjadi kiblat pandangan dunia dalam ilmu dan pengetahuan, mereka menjadi banyak setelah sedikit, menjadi mulia setelah hina, dan belum habis satu penjuru dunia telah berkilauan dengan akan dan ilmu mereka”.

Akhirnya kami mengingatkan kaum muslimin bahwasannya Al-Quran telah melarang kita duduk-duduk bersama orang yang melecehkan ayat-ayat Allah. Dia berfirman:

وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا

Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al Qur’an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahanam [An-Nisa: 140]
—————————————————————————————————————————-
Disalin dari majalah Qiblati Edisi Syawal 1427 H dengan sedikit perubahan di sebuah Kota Pinggiran. Namun masih ada satu hal yang ana pertanyakan yakni sanad mengenai surat dari ‘Umar diatas.

%d blogger menyukai ini: