Sebuah Renungan: Jangan Seperti Katak Dalam Bejana

11 Jul

Sebagian ilmuwan telah melakukan sebuah percobaan atas seekor katak dengan meletakannya ke dalam sebuah bejana berisi air mendidih. Maka dengan cepat meloncat-loncatlah sang katak dengan beberapa loncatan yang memungkinkannya bisa keluar dengan selamat dari dalam “kubangan neraka” yang mengurungnya.

Akan tetapi, tatkala para ilmuwan memasukkan katak tersebut pada sebuah bejana berisi air yang bersuhu rendah, kemudian suhu air tersebut sedikit demi sedikit dinaikkan dengan memanaskannya hingga mencapai titik didih, mereka mendapati katak tersebut tetap diam di dalam air hingga dia mati tanpa ada satu usahapun untuk keluar dari air mendidih tersebut.

Para ilmuwan tersebut kemudian menerangkan bahwa organ-organ tubuh katak tidak akan bereaksi kecuali dengan adanya perubahan secara drastis. Adapun sebuah perubahan yang lambat atau pada masa yang panjang, maka organ-organ tubuh katak tersebut tidak akan bereaksi.

Inilah keadaan hidup yang senantiasa bersama kita, perubahan-perubahan yang ada pada diri kita dan di sekeliling kita adalah sebuah perubahan yang sebagian besar terjadi secara lambat. Hampir-hampir setiap perbahan tersebut secara global membosankan, akan tetapi perubahan itu adalah penting dan pasti.

Apakah engkau merasa bahwa perkara-perkara kecil itu sebenarnya adalah perkara-perkara yang besar?

Dan bahwa besarnya neraka itu berawal dari percikan-percikan api?

Apakah kondisimu terhadap jiwamu dan terhadap Allah seperti kondisi katak?

Hingga engkau tidak cerdas dalam memahami karat yang menumpuk di hatimu setiap hari, hingga menjauhkanmu dari Allah selangkah demi selangkah hingga kemudian engkau terkucil karena mendapati dirimu telah jauh terlempar di hadapan Alah?

Dalam segala urusan hidupmu berhentilah bersama dengan jiwamu, renungkanlah keadaan katak, apakah kondisinya sama dengan kondisimu?
———————————————————————————————————
Diringkas dari Majalah Qiblati Edisi Syawal 1427 H.

%d blogger menyukai ini: