Mantan Perdana Mentri Spanyol Buta Terhadap Sejarah Islam Di Andalusia

12 Jul

Mantan Perdana Mentri Spanyol Khouseh Maria Athnar [José María Aznar] ingin mengeluarkan Paus dari posisinya yang sulit, meringankan hujatan-hujatan yang dialamatkan kepadanya. Maka dia meminta kepada kaum muslimin untuk meminta maaf secara resmi karena pada masa silam kaum muslimin pernah mengusaii Spanyol.

Termasuk perkara yang menggelikan sekaligus mengherankan yang kita lihat dan belum masuk dalam daftar keajaiban dunia yaitu terbaliknya fakta kebenaran, penjahat dijadikan sebagai yang teraniaya, sedang yang teraniaya dijadikan sebagai penjahat. Orang yang mengalirkan darah menjadi pemilik tangan yang putih bersih, sementara yang dialirkan darahnya digelari dengan segenap kehinaan dan kerendahan.

Sesungguhnya teriakan Athnar tesebut tidak lain adalah sebuah tumbal yang ia persembahkan kepada para dukun malam, dan para pendeta kegelapan agar berhasil menduduki jabatan Sekretaris Jendral PBB, karena dia termasuk orang yang dicalonkan untuk menduduki jabatan tersebut. Sesungguhnya syarat terpentng untuk bisa menduduki jabatan tersebut adalah dengan menunjukkan kebencian yang sangat kepada kaum muslmin. Dan kebencian ini, jikalau ditemukan maka itu adalah sebuah hal yang terpuji. Maka selamat untukmu, wahai Athnar!

Sungguh Al-Quran telah mengabarkan kepada kita tentang orang-orang yang seperti ini. Jadi inilah ramalan-ramalan Al-Quran yang nampak dan terus akan nampak di setiap zaman dan tempat. Allah berfirman:

الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلاوَتِهِ أُولَئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barang siapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi. [Al-Baqarah: 120]

Sesungguhnya kita bertanya kepada Athnar dan orang-orang yang berakal: “Bagaimanakah perlakuan kaum muslimin terhadap orang-orang Nasrani di Andalusia? Sesungguhnya pembukaan Andalusia dan lainnya oleh kaum muslimin adalah sebagai bentuk kasih sayang kepada sesama bangsa manusia dan dalam rangka menyelamatkan mereka dari penghambaan kepada selain Allah. Eropa kala itu sedang berada dalam keadaan kacau, hidup dalam alam jahiliyyah, sementara para pendetanya sibuk menjual kavling-kavling surga dengan “kartu pengampunan dosa”.

Maka Islam datang menyelamatkan dengan dakwah Islamnya yang memahamkan dan tidak memaksakan. kaum muslimin menjamin kebebasan yang bertanggung jawab sebagai imbalan dari jizyah [semacam upeti] yang dibayarkan oleh orang-orang kaya mereka setiap tahun sebagai symbol ketundukan kepada kebenaran Islam. Para pendahulu kalian hidup dengan aman, tentram dan damai di bawah naungan hukum Islam sebagai bukti dari ucapan kami ini simaklah kesaksian pemimpin umat ortodok Kopti Syandoh III yang dimuat oleh harian Al-Ahram Kairo:

“Sesungguhnya bangsa Kopti ketika berada di bawah naungan Islam, mereka lebih merasa bahagia dan aman. Mereka semua kondisnya seperti ini pada masa silam tatkala hukum Islam diberlakukan secara merata…Kami merindukan hidup di bawah naungan slogan “Bagian mereka adalah apa yang menjadi bagian kami, dan kewajiban mereka adalah kewajiban kami”. Sesungguhnya Mesir mengimpor undang-undang dari luar negeri hingga sekarang dan menerapkannya atas kami, sedangkan kami tidak memilki undang-undang yang rinci seperti yang ada dalam Islam, maka bagaimana kami rela dengan undang-undang impor dan tidak rela dengan undang-undang Islam?”

Maka kita mengingatkan Athnar bahwasannya pendahuluanya di Spanyol tidak pernah memimpikan masa keadilan, kebaikan, ketinggian, keemasan dan kejayaan seperti masa kekuasaan Islam di Andalusia.

Setelah itu semua, kita kembali bertanya: “Bagaimana perlakuan orang-orang salibis terhadap kaum muslimin setelah mereka menguasai Andalusia?”

Jawabannya sangat jelas, dan tidak terlupakan oleh umat ini. tatkala kalian menguasai Andalusia dengan pengkhianatan, fitnah dan kerusakan. Buku-buku sejarah kalian mencatat bahwa kalian memaksa kaum muslimin memilih satu dari dua pilihan, masuk Kristen atau mati dibakar!!! 700 kaum muslimin telah dibakar secara massal sekaligus di Sevilla, 113 kaum muslimin dibakar di Evilla, adapun di kota Toledo 1200 kaum muslimin divonis mati dalam satu kali persidangan setelah mereka menolak iman dengan agama Kristen. Demikian pula Kardinal Khamnis telah memerintahkan untuk mengumpulkan kitab-kitab dalam bahasa Arab dan dokumen-dokumen sejarah di Granada yang jumlahnya mencapai ribuan jilid, mushaf-mushaf yang indah, kitab-kitab hadits, adab, ilmu dan kitab-kitab lainnya untuk dibakar hingga musnah.

Maka siapakah yang meminta maaf dan kepada siapa meminta maaf wahai Athnar?!

——————————————————————–
Selesai disalin dari Majalah Qiblati Edisi Syawal 1427 H bertepatan dengan hari kemenangan tim sepakbola Spanyol atas Belanda di final piala dunia 2010. Ana bukan fans Belanda atau negara lainnya, catatan ini semata-mata ana buat agar kita jangan lupa dengan sikap wala’ dan bara’ [loyalitas sesama muslim dan berlepas diri dari orang kafir] secara teori, praktek dan tinjauan historis yang merupakan salah satu bagian dari aqidah islam yang perlahan-lahan dilupakan oleh sebagian umat islam pada zaman ini. Allahulmusta’an

%d blogger menyukai ini: