Konsultasi: Saya Sudah Tidak Mencintai Istri Saya Lagi

15 Jul

Pertanyaan:

Saya telah menikah dua tahun yang lalu dan Allah telah memberikan rizqi seorang anak. Permasalahannya adalah bahwa hubungan saya dengan istri tidaklah harmonis. Saya sama sekali tidak merasa mencintainya, hingga saya tidak mampu berkata kepadanya dengan perkataan mesra dan manja sekalipun dengan berbohong. Saya banyak sekali mengeluhkannya, saya lawan jiwa saya sendiri dan saya sudah lelah oleh tekanan-tekanan atas jiwa saya ni. Saya ingin sekali istirahat, maka apakah saya harus menceraikannya?

Jawab:

Sesungguhnya anda telah menikahi istrimu setelah anda telah berusaha untuk memilihnya, oleh karena itu jangalah anda hukum dirimu dan istrimu, lebih-lebih setelah adanya seorang anak di antara kalian berdua. Dan janganlah anda menyangka bahwa anda akan mendapatkan seorang wanita tanpa memiliki aib. Dikarenakan juga anda dan seluruh manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Maka dari ini nampaklah bagi manusia mukjizat agama ini yang Allah telah berbicara di dalamnya:

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. [An-Nisa: 19]

Lebih dari seorang mufassir [Ahli Tafsir] berkata tentang ayat ini: “Dia adalah seorang lelaki yang bersabar atas seorang wanita maka kemdian Allah memeberinya rizqi anak-anak yang shalih dan keadaanpun berubah”.

Seseorang itu haruslah rela dan siap menghadapi realita sebagaimana Rasulullah shallallahu’alayhiwasallam bersabda:

و حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى الرَّازِيُّ حَدَّثَنَا عِيسَى يَعْنِي ابْنَ يُونُسَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ أَبِي أَنَسٍ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْحَكَمِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ
أَوْ قَالَ غَيْرَهُ و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا عِمْرَانُ بْنُ أَبِي أَنَسٍ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْحَكَمِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِهِ

(MUSLIM – 2672) : Telah menceritakan kepadaku Ibrahim bin Musa Ar Razi telah menceritakan kepada kami Isa, yaitu Ibnu Yunus telah menceritakan kepada kami Abdul Hamid bin Ja’far dari Imran bin Abu Anas dari Umar bin Al Hakam dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah seorang Mukmin membenci wanita Mukminah, jika dia membenci salah satu perangainya, niscaya dia akan ridha dengan perangainya yang lain.” Atau beliau bersabda: “Selainnya”. Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Abu ‘Ashim telah menceritakan kepada kami Abdul Hamid bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Imran bin Abu Anas dari Umar bin Al Hakam dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti itu.

Sumber : Muslim
Kitab : Menyusui
Bab : Wasiat untuk memperhatikan wanita
No. Hadist : 2672

Anda telah meyebutkan kepada kami tentang kekurangan-kekurangan istrimu maka berusahalah mengingat jasa-jasa dan kelebihannya dan letakanlah kelebihan tersebut pada kekurangannya. Janganlah tergesa-gesa mengambil keputusan dikarenakan hal tersebut kadang-kadang menumbuhkan banyak penyesalan dan permusuhan. Apabila dia adalah seorang wanita beragama dan berakhlak maka kami nasehatkan kepadamu agar bersabar atasnya. Allah berfirman:

لا تَدْرِي لَعَلَّ اللَّهَ يُحْدِثُ بَعْدَ ذَلِكَ أَمْرًا

Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu suatu hal yang baru. [Ath-Thalaq: 1]

Ketahuilah tidak ada yang mengambil manfaat dari perpisahan dan perceraian kecuali setan. Saya tidaklah beranggapan bahwa masa setahun itu sudah cukup untuk merealisasikan keharmonisan, karena terkadang keharmonisan dapat dibangun selama lima tahun pertama. Dan saya berharap agar anda bersungguh-sungguh dalam merubahnya dengan penuh perasaan yang baik. Jika anda berkeyakinan bahwa kebahagiaan anda ada pada perpisahan maka kami ingatkan bahwa perpisahan memliki rentetan yang panjang. Maka janganlah anda meletakkan diri anda di hadapan permasalahan yang bertambah dan semakin rumit.

Jika anda menginginkan perceraian, maka itu adalah hak anda pada setiap waktu. Akan tetapi kami berharap anda melihat permasalah ini dari semua sisi, serta banyak berfikir dalam permasalahan ini berkali-kali. Kami nasehatkan agar anda berusaha mendata apa saja yang membuat anda gelisah dari padanya. kemudian berbicaralah dengan terus terang kepadanya. Begitupula dia, barangkali dia memiliki perkara-perkara yang menggelisahkannya darimu maka berilah waktu utuk menyampaikan semua uneg-unegnya. Jika demikian maka perlu adanya pembicaraan secara terbuka di antara kalian. Percayalah, jika berniat jujur, permasalahan akan menjadi jelas di antara kalian bedua dan perasaan cinta akan kembali bersemi. Yang penting, ikhlaskanlah niat kalian berdua kepada Allah pertama kali, kemudian sebagaian kalian kepada sebagian yang lain.


——————————————————————————————————-
Selesai Disalin dengan sedikit perubahan dari Rubrik Konsultasi yang diasuh oleh Syaikh Mamduh Farhan Al-Buhairiy di Majalah Qiblati Edisi Dzulqa’dah 1427, Ketua Umum Rabithah Al-Muslimiun Al-Judud yang berkedudukan di Mekah, Saudi Arabia.

%d blogger menyukai ini: