Kecerdikan Khalifah Al-Manshur Dalam Membongkar Kasus Istri yang Selingkuh

16 Jul

Ibnul Qayyim rahimahullah menceritakan dalam kitabnya, Ath-Thuruq Al-Hakimah fis Siyaasati Asy-Syar’iyyah, sebuah kisah yang dialami oleh Khalifah Al-Manshur. Khalifah Al-Manshur sedang duduk-duduk di salah satu kubah Baghdad, lalu dia melihat seorang laki-laki yang tampaknya sangat membutuhkan pertolongan. Lelaki tersebut mondar-mandir di jalan, maka Khalifah mengutus orang untuk memanggil orang itu menghadap kepadanya. Setelah tiba dihadapannya, Khalifah menanyakan keadaannya. Orang itu menjawab bahwasannya dia telah melakukan transaksi perdagangan yang menguntungkan lalu kembali dengan membawa uang ke rumahnya. Ia memberikannya kepada istrinya, akan tetapi selang beberapa waktu istrinya mengatakan bahwa harta tersebut telah dicuri dari rumahnya, padahal ia tidak melihat jejak maupun tannda-tanda adanya pencurian di rumahnya.

Maka Khalifah Al-Manshur bertanya: “Sejak kapan engkau menikah?”

Lelaki tersebut menjawab: “Sejak satu tahun yang lalu”

Khalifah:”Apakah dia masih gadis ataukah janda ketika kau nikahi?”

Lelaki: “Janda”

Khalifah : “Apakah dia mempunyai anak dari selainmu?”

Lelaki: “Tidak”

Khalifah: “Masih muda ataukah sudah berumur [istrimu]?”

Lelaki: “Masih muda”

Lalu Khalifah Al-Manshur minta diambilkan sebotol minyak wangi yang khusus dibuat untuknya, tajam baunya dan aneh jenisnya. Khalifah memberikan botol parfum tersebut sambil berkata kepadanya: “Pakailah parfum ini karena bisa menghilangkan kegundahanmu”.

Setelah lelaki tersebut beranjak pulang dari hadapan Al-Manshur, beliau berkata kepada empat orang kepercayaannya: “Berpencarlah kalian dan tunggulah masing-masing pada pada satu pintu kota yang empat. Barangsiapa yang lewat dan kalian mencium bau parfum tersbut maka bawalah dia ke hadapanku!”

Adapun laki-laki itu tadi [si suami-ed], maka ia pulang dengan membawa parfum hadiah tersebut. Di rumah ia berikan parfum itu kepada istrinya, dan berkata: “Parfum ini hadiah dari Amirul Mu’minin”.


Setelah sang istri mencium aroma parfum tesebut, perempuan itu langsung takjub dan sangat tertarik dengan baunya yang harum, maka diberikanlah sebagian parfum itu kepada lelaki lain yang ia sukai, yang kepadanya ia berikan harta sang suami. Perempuan tersebut berkata: “Pakailah parfum ini karena Amirul Mu’minin yang telah menghadiahkannya kepada suamiku”. Lelaki tesebut pun memakainya. Kemudian ia melewati salah satu pintu kota, maka salah satu orang kepercayaan Al-Masnhur yang berjaga di pintu tersebut mencium aroma parfum dari laki-laki tersebut, lalu dibawalah ia kehadapan Al-Manshur.

Al-Manshur bertanya kepadanya: “Dari mana kamu mendapatkan parfum ini? Karena sungguh aromanya begitu langka dan mengagumkan!”

Laki-laki tesebut menjawab: “Saya membelinya.”

Al-Manshur: “Di mana kamu membelinya?”

Maka guguplah laki-laki tersebut dan kacau bicaranya. Maka Al-Manshur memanggil kepala polisi dan berkata kepadanya: “Tahan orang ni, kalau dia bersedia mengembalikan sekian dan sekian Dinar, biarkan dia pergi sekehendaknya tetapi kalau tidak mau menyerahkan maka cambuklah seribu kali!!!”


Segera kepala polisi keluar dengan membawa lelaki tersebut dan melucuti bajunya kemudian memanggil tukang cambuk untuk memukulnya. Maka tunduklah laki-laki tersebut dan bersedia mengembalikan uang Dinar yang dimaksud Al-Manshur.

Kemudian Al-Manshur memanggil suami perempuan tadi, dan ia berkata kepadanya: “Seandainya aku kembalikan dinar yang dicuri darimu, apakah kamu menjadikanku hakim atas istrimu?”
Laki-laki tersebut menjawab: “Ya”

Al-Manshur berkata: “Ini uangmu terimalah, sedangkan istrimu telah tercerai darimu!”


Kemudian Khalifah Al-Manshur menceritakan ihwal tentang istrinya [bahwa istrinya selingkuh-ed].”
——————
Disalin dari majalah Qiblati Edisi Dzulqa’dah 1427 tapi sebenarnya masih ada yang harus ditambahkan pada note ini, yaitu: hikmah yang bisa diambil dari kisah ini, ya sudahlah, ana persilakan para pembaca untuk mengambil hikmah sendiri-sendiri dari kisah ini

n_n

Bagi teman-teman yang ingin membaca catatan-catatan ringan yang pernah ana buat di FaceBook sebelumnya, silakan kunjungi blog ana yang sangat sederhana sekali: https://mukhtashar.wordpress.com/

%d blogger menyukai ini: