Konsultasi: Jadi Pengusaha Atau Mahasiswa?

20 Jul

Pertanyaan:

Kami adalah sekelompok mahasiswa Indonesa yang belajar di Makkah pada disiplin ilmu yang berbeda-beda. Di antara kami ada seorang mahasiswa yang sama sekali perhatian utamanya bukanlah ilmu. Kesungguhannya beralih ke perniagaan, bekerja diperusahaan umrah dan menukar uang ke orang-orang Indonesia serta perniagaan yang lainnya. Dia sering kali absen dan terlambat dari pelajaran sebagaimana pula bersamaan dengan panjangnya tahun yang dia habiskan ternyata kemampuan bahasa Arabnya tergolong sangat lemah. Lebih-lebih lagi dia suka berburuk sangka dengan orang lain, dan selalu berbuat ghibah dan namimah terhadap orang lain. Ia selalu berusaha tampil dengan penampilan orang yang cerdas. Maka bagaimana usaha yang dilakukan untuk membenahinya?

Jawab:

Bukanlah sebuah aib jika dia sibuk dalam perniagaannya dengan sayarat perniagaannya tidak mengalahkan pendidikannya. Akan tetapi jika perniagaan tersebut adalah asas tujuannya sementara pendidikan hanyalah sebagai sambilan belaka, maka di sini dia perlu merenung bersama dirinya dan bertanya apakah tujuan dia datang ke Makkah adalah untuk perniagaan atau untuk belajar? Jika tujuannya adalah berniaga maka tidak selayaknya dia hadir di Makkah dengan visa pelajar. Dikarenakan di dalamnya terdapat pengkhianatan atas perjanjian yang karenanya dia hadir di Makkah. Dan pada perbuatan itu pula dia telah menghalangi pelajar lain yang lebih berhak untuk bisa belajar di Makkah dengan visa belajar tersebut.

Adapun berkenaan dengan bahasa Arab maka sudah merupakan hal yang lumrah kalau dia lemah tentangnya, itu merupakan bukti kesibukannya dalam perniagaan. Ini merupakan tanda sedikitnya keberkahan ilmu dan dia telah terhalangi dari keberkahan tersebut. Diantara buah dari sedikitnya barakah tersebut adalah tiadanya usaha darinya untuk memperbaiki diri sebagiamana yang telah engkau sebutkan seperti berburuk sangka terhadap orang lain, ghibah dan berbuat namimah tehadap mereka.

Sedangkan usahanya untuk berpenampilan cerdas melebihi yang lain maka itu juga hasil yang lumrah untuk menutupi kekurangannya di dalam ilmu dan bahasanya dan ini merupakan bukti bahwa jiwanya sedang sakit.

Nasihatku untuknya adalah agar dia lebih banyak membaca Al-Quran bersama dengan tafsirnya untuk setap ayat yang dia baca. Begitupula dia butuh mempelajari akhlaq-akhlaq Nabi shallallahu’alayhiwasallam dan mencontohnya. Dan wajib bagi kalian selaku rekan-rekannya untuk berusaha memberikan nasihat kepadanya, mengingatkannya tentang tujuan hakiki dia hadir di Makkah. Berusahalah dengan segenap kemampuanmu utuk mengangkat potensinya dalam peran yang menunggunya di medan dakwah sekembalinya dia nanti ke Indonesia. Mudah-mudahan dengan berjalannya hari Allah memberinya hidayah dan menjadikannya bermanfaat.
————————–

————————————————————————————————
Disalin dari rubrk konsultasi Majalah Qiblati yang diasuh oleh Syaikh Mamduh Al-Buhairy yang bertempat di Makkah dengan sedikit perubahan. Bagi teman2 yang ingin membaca catatan-catatan ringan di FB yang sebelumnya pernah ana buat silakan kunjungi blog ana yang sangat sederhana sekali: http://www.mukhtashar.wordpress.com/
%d blogger menyukai ini: