Konsultasi: Aku Pemuda yang Mengerti Agama Tapi Adikku Pacaran?!

21 Jul

Pertanyaan:

Saya adalah seorang pemuda yang istiqamah dan saya mempunyai seorang adik perempuan yang tidak berjilbab. Dia adalah seorang mahasiswa pada sebuah perguruan tinggi. Dia mempunyai hubungan asmara dengan seorang pemuda. Dia melakukan hubungan yang diharamkan dengannya. Dia senantiasa diboncengnya dengan sepeda motor. Dia tahu kalau saya mengetahui perkaranya. Perlu diketahui bahwa kedua orang tuaku juga mengetahui perkaranya akan tetapi tidak melarangnya, maka bagaimana solusinya?

Jawab:

Kami berterima kasih kepada anda atas semangat anda dalam memperbaiki saudari kandung anda, juga kecemburuan anda terhadapnya serta keprihatinan anda terhadap perkaranya. Sekalipun sebenaranya dosa terbesar ada pada ayah anda. Wajib baginya mengetahui bahwa pada hari kiamat dia akan ditanya tentang keteledorannya terhadap saudari anda. Dikarenakan saudari anda adalah sebuah amanah yang dititipkan oleh Allah kepadanya dan dia telah menyia-nyiakannya, maka hendaknyalah dia takut dan bertakqwa kepada Allah.  Berikut adalah langkah-langkah yang bisa ditempuh:

Langkah Pertama:

Wajib bagi anda untuk memperbaiki hubungan anda dengan saudara anda, berusahalah untuk mendekat dengannya , mintalah pendapatnya sebagai urusanmu, buatlah dia merasa dipentingkan dan akalnya dirajihkan [diunggulkan]. Seringlah bertanya tentang keadaanya, berilah untuknya apa -apa yang dia sukai seperti es krim, coklat dan lainya. Sibuklah dengan hal- hal demikian selama tidak kurang dari dua minggu.

Langkah Kedua:

Pilihlah sebuah hari yang sesuai, ajaklah dia kesalah satu rumah makan atau tempat-tempat  rekreasi. Mulailah perbincangan denganya  dan nampakkan rasa kasih sayang anda kepadanya. Kemudian pujilah sisi positif yang dimilikinya  dan sifat  baik yang  ada padanya. Kemudian sebutkan rasa takutmu atas siksa Allah atasnya.

Pada langkah inilah, anda ungkap perkaranya, kemudian tampakkanlah rasa takut anda akan kehormatannya dan ambisimu akan kebaikannya. Ingatkanlah dia kepada Allah, peringatkanlah dia dengan fatamorgana dan saya harapkan agar anda melakukan perbincanagan lembut dengannya hingga anda bisa meyakinkannya bahwa hubungan tersebut menyelisihi adab-adab agama dan hukum-hukumnya.

Kemudian usulkanlah kepadanya untuk menghubungi pacarnya tersebut untuk meyakinkannya tentang pentingnya perbaikan keadaan ini atau untuk memutus hubungan tersebut. Dikarenakan jika seorang muslim mendapati jiwanya condong terhadap seorang wanita maka selayaknya dia mengetuk pintu keluarganya meminta persetujuannya secara resmi maka setelah itu tidak ada larangan baginya untuk melihatnya atau berdialog dengannya dengan kehadiran mahram wanita tersebut. Maka pada perbuatan tersebut ada maslahat [kebaikan] untuk semua. Dikarenakan jika seorang laki-laki mengambil seorang wanita dari keluarganya dengan sebuah pernikahan maka lelaki tersebut akan mengetahui kedudukan sang wanita di sisi keluarganya. Maka da akan memuliakannya pada masa yang akan datang dikarenakan dia adalah seorang wanita yang suci. Berbeda dengan seorang wanita yang berjalan di belakang seorang laki-laki [pacaran, berdua-duaan dan lain sebagainya] maka sesungguhnya lelaki tersebut akan menghinakannya, meragukan kehormatannya dan bisa jadi dia akan memperdengarkan apa yang dibencinya.

Tidak diragukan lagi bahwa kasih sayang dusta, basa-basi tipuan akan berpengaruh terhadap kebahagiaan hubungan suami istri, mendatangkan perseteruan diantara keduanya di kemudian hari. Demikianlah setiap kehidupan yang dimulai dengan penyimpangan terhadap syariat.

Dan tidak ada halangan bagi anda secara pribadi. Kabarkanlah kepada pacarnya bahwasannya anda tidak mengahalanginya untuk mengikat hubungan dengan saudari anda akan tetapi mintalah kepadanya untuk memantapkan perkara ini dengan menjadikan hubungan tersebut menjadi hubungan yang resmi dan terang-terangan dengan pernikahan. Dikarenakan hal tersebut adalah sebuah kebaikan bagi kedua belah pihak.

Maka pada saat itulah, pemuda tersebut akan mengetahui bahwa gadis tesebut memiliki keluarga. Jika memang dia mencari kebaikan, maka dia akan maju [melamar] dan akan semakin bertambah pemuliannya terhadap saudarimu. Jika tidak, maka dia akan lari.

Langkah Ketiga:

Doronglah dia untuk memperbaiki diri, bukalah untuknya langkah-langkah untuk kembali kepada kebenaran. Ketahuilah bahwa sikapmu yang telah meremehkannya dan menolaknya akan menolong setan untuk menjerumuskannya dan semakin mendorongnya untuk menambah kesia-siaan.

Dengarkanlah dia dengan penuh perhatian saat dia berbicara, agar anda bisa faham apa yang dia inginkan. Begitupula wajb bagiku untuk memuliakannya di hadapan keluarga.

Langkah Keempat:

Letakanlah pada tempat yang berbeda di dalam rumah beberapa kitab da’awiyah, lebih khusus buku-buku yang berkaitan dengan masalah hijab. Kemudian pilihlah sebuah hari yang sesuai dan berbicaralah dengannya seputar masalah hijab. Dan hendaklah jalan masuk kepada perbincangan tersebut adalah tujuan sebenarnya kita diciptakan oleh Allah. Wajib atas anda untuk mendengarkan pendapatnya dengan penuh adab. Jika dia memiliki syubhat sekitar hijab maka berusahalah untuk menghilangkan syubhat tersebut setelah engkau memahami seluruh syubhat-syubhatnya.

Langkah Kelima:

Berusahalah sesuai dengan kemampuanmu untuk menghubungakkannya dengan para akhwat yang shalihah agar mereka datang untuk menziarahinya. Mudah-mudahan Allah menetapkan hidayah melalui tangan-tangan mereka hingga dia ikut serta bersama mereka dalam kajian-kajian dan majelis ilmu islam.

Langkah Keenam:

Perbanyaklah menghadap Allah, Dzat yang akan mengabulkan doa orang yang terjepit jika dia berdoa kepad-Nya.

—————————————————————————————————————————–

Disalin dari rubrik konsultasi Majalah Qiblati edisi Dzulhijjah 1427 H yang diasuh oleh syaikh Mamduh Al-Buhairiy, ketua Rabithah Al-Muslimun Al-Judud yang berkedudukan di Makkah dengan sedikit perubahan di Kota Bekasi. Note FB ini ditulis untuk blog sss ana https://mukhtashar.wordpress.com/

%d blogger menyukai ini: