Hanya Poligami Solusinya! [Bagian 2]

27 Jul

Sebagian Negara Barat yang mengalami ledakan jumlah wanita melebihi jumlah kaum laki-laki terpaksa menerima prinsip poligami, karena hanya itu solusinya yang manusiawi dan logis. Dr. Muhammad Yusuf Musa bercerita bahwa dirinya dan temannya dari Mesir diundang dalam acara diskusi di Konferensi Pemuda Dunia pada tahun 1948 di Munich Jerman khusus membahas kasus populasi wanita yang berlipat di atas kaum laki-laki pasca Perang Dunia II. Semua usulan dan pendapat peserta diskusi dari Barat ditolak karena dianggap tidak logis, tidak efektif dan tidak menyeluruh. Maka Dr. Musa dan temannya mengusulkan satu-satunya solusi alami yaitu wajibnya mengizinkan untuk berpoligami.

Pada awalnya solusi Islami ini ditolak dan dicibirkan, akan tetapi berdasarkan studi obyektf yang logis maka para perserta konferensi mengakui hanya solusi Islami yang mengatasi masalah. Hasilnya poligami dijadikan sebagai salah satu solusi yang direkomendasikan oleh Konferensi tersebut.

Satu tahun kemudian kantor-kantor berita dan media informasi memberitakan bahwa penduduk Bonn, Ibu Kota Jerman [waktu itu-ed] menuntut agar izin poligami dimasukkan ke dalam undang-undang Jerman. Begitulah kebenaran  menang meskipun orang-orang sekuler dan liberal tidak menyukainya.

Masyarakt Islam yang menerima poligami terbebas dari bencana dan malapetaka yang berkepanjangan. Coba saja bandingkan secara sederhana antara masyarakat Saudi Arabia yang jarang sekali teradi perkosaan dan pelacuran dengan Amerika Serikat yang jumlah wanita simpanan lebih banyak dari jumlah istri yang sah! Sebagaimana jumlah anak zina di atas angka 45% dari jumlah anak yang dilahirkan setiap tahun! Sensus resmi America Serikat mengatakan:  Anak zina dan pelacuran pada tahun 1938 berjumlah 88 ribu, kemudian pada tahun 1957 bertambah menjadi 202.000, satu tahun kemudian yaitu pada ahun 1958 bertambah menajdi 250.000, kemudian melonjak menjadi berjuta-juta pada tahun 90-an! Padahal angka yang sebenarnya biasanya berlipat-lipat di atas angka yang resmi! [Belum lagi Barat yang bermonogami dan bergundik banyak itu ternyata banyak yang menghinakan istri yang cuma satu itu. Dalam Laporan kantor Penyidikan Federal Amerika pada tahun 1979 diperkirakan bahwa lebih dari 40% wanita yang mengahadpi kematian ternyata dihajar dan dipukli oleh para suami. Bahkan agen berita pusat bagian penyidkan dan penyelidikan Amerika melaporkan kalau di sana ada wanita yang dipukuli oleh suaminya pada setiap 18 detik!

Oleh karena itu pantas jika penulis Perancis terkenal Ateen Dineh mempertanyakan: “Apakah pelarangan poligami ada gunanya dari segi moral”? Dia jawab sendiri: “Sesunguhnya hal itu sangat diragukan karena jika poligami dilarang maka pelacuran yang selama ini jarang terjadi di kebanyakan masyarakat Islam akan tersebar dengan segala akibatnya yang buruk. Begitu pula akan tersebar wanita malang yang tidak bersuami dengan segala akibatnya yang suram.”. Jika demikian:

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? [Al-Maidah: 50]

%d blogger menyukai ini: