Wasiat dari Seorang Pemuda Sederhana Kepada Khalifah Harun Ar-Rasyid [Bagian 1]

27 Jul

<Wasiat dari Ahmad Kepada Khalifah>

Dahulu di Baghdad ada seorang pemuda bernama Ahmad yang hidupnya sangat sederhana dan bekerja kepada seorang lelaki [tuannya/majikannya-ed]. Tatkala menjelang kematiannya, pemuda tersebut berpesan kepada tuannya [tuannya adalah orang yang baik-ed]: “Pergilah kepada [Khalifah-ed] Ar-Rasyid dan katakan kepadanya: Pemilik cincin ini berkata kepadamu:

“Waspadalah kamu terhadap kematian dalam sakaratmu ini, maka engkau akan menyesal saat tak bermanfaat lagi penyesalan orang yang menyesal. Waspadailah kepergianmu ke hadapan Rabbmu menuju dua negeri [surga atau neraka] karena sesungguhnya apa yang ada padamu hari ini, seandainya ia kekal untuk selainmu maka ia tidak sama kepadamu dan akan sampai kepada selainmu. Telah sampai kepadamu kabar berita orang-orang sebelummu.”

Dia berkata demikian kemudian tercabutlah ruhnya meuju Penciptanya. Hal ini terjadi pada tahun 184 H.

Lelaki tersebut segera mengurus jenazah Ahmad dan mengebumikannya sementara dia dalam keadaan kebingungan dengan perkara Ahmad. Tidak henti-hentinya dia berfikir tentang apa yang telah dia lihat dan dengar. Siapakah Ahmad ini? Dan apa rahasia dibalik cincin yang telah dia berikan kepadaku ini? Dan apa yang akan terjadi jika tidak kusampaikan kepada Khalifah?

Pertanyaan yang membingungkan. Tidak ada sesuatupun yang bisa memberikan petunjuk kepada jawaban sebgaian pertanyaan tersebut. Tidak juga isyarat yang menunjukkan kepada sesuatu yang bisa membuka teka-teki yang membingungkan ini. Akan tetapi, akhirnya lelaki tersebut memutuskan untuk segera menyampaikannya kepada Khalifah Harun Ar-Rasyid dan menyampaikan amanat, maka terjadilah apa yang dikehendaki Allah.

<Di Dalam Majlis Ar-Rasyid>

Masuklah penjaga dan mengabarkan kepada Khalifah bahwa di depan pintu ada seorang laki-laki jelata dan mengaku bahwa padanya ada rahasia khusus bagi Amirul Mukminin. Ar-Rasyid memberikan izin untuk masuk. Tatkala dia masuk sang Khalifah bertanya:

“Apa keperluanmu? Apa yang membuatmu datang menemuiku?”

Berkatalah laki-laki tersebut:

“Wahai Amirul Mukminin, ini adalah sebuah cincin yang diberikan oleh seorang laki-laki kepadaku dan dia memerintahkan aku untuk menyerahkannya kepadamu dan memberikan wasiat dengan ucapan yang akan aku sampaikan kepadamu.”

Tatkala Khalifah melihat cincin tersebut, dia mengenalnya dan berkata:

“Celaka kamu! di mana pemilik cincin ini?” Berkatalah lelaki tersebut: “Dia telah meninggal wahai Amirul Mukminin”.

Kemudian laki-laki tersebut menyampaikan kepada Harun Ar-Rasyid perkataan yang telah diwasiatkan kepadanya dan menceritakan bahwa Ahmad dulu bekerja sebagai buruh pada satu hari tiap minggunya dengan mengambil upah satu dirham dan satu danik. Uang itu ia cukupkan untuk makannya selama sepekan, maka yang enam hari ia pergumakan untuk beribadah kepada Tuhannya.

Maka tatkala Ar-Rasyid mendengar ucapan tersebut, dia pun berdiri dan menangis dengan kerasnya. Kemudian dia mengangkat kepalanya kepada lelaki tesbut dan berkata:

“Apakah engkau tahu kuburannya?”

Dia menjawab:

“Akulah yang menguburkannya.”

Berkatalah Ar-Rasyid:

“Jika telah sore datanglah menemuiku!”

Tatkala senja hari telah datang, Khalifah pergi ke kubur Ahmad dengan diantar lelaki tersebut dan menangis. kemudian dia memberi 10.000 dirham kepada laki-laki tersebut dan menetapkan rizki baginya dan keluarganya.

Mudah-mudahan Allah merahmati Ahmad. Dan tahukah teman-teman siapa Ahmad ini yang sebenarnya? apa kedudukan beliau disisi Harun Ar-Rasyid, penguasa negeri-negeri Islam tatkala itu? Kenapa kepergian Ahmad  begitu membuat Harun Ar-Rasyid merasakan kehilangan yang dalam padahal dia hanyalah seorang pemuda yang sangat sederhana? Insyaa Allah akan ana bahas pada note berikutnya…

Bersambung…

Rujukan:

1. Al-Bidayah Wan Nihayah libni Katsir

2. Wafayatul A’yan libni Khalikan

3. Shifatus Shofwah libnil Jauzi

——————————————————————————————–

Disalin dari majalah Qiblati edisi Dzulhijjah 1427 H dengan sedikit perubahan di Kota Bekasi.

%d blogger menyukai ini: