Hikmah Al-Quran Tidak Menyatakan Gerakan Dan Perputaran Bumi Secara Gamblang

3 Okt

Sesungguhnya termasuk kebiasaan manusia, dia tidak akan mengakui sesuatu jika dia tidak melihatnya atau merasakannya karena hal itu berbenturan dengan tabiat dan kebiasaan. Tersembunyinya gerakan sesuatu berarti  tidak adanya sesuatu tersebut. Demikianlah keadaan manusia zaman dahulu , juga seluruh agama langit maupun agama bumi [budaya buatan manusia], termasuk orang –orang ahli filsafat dan lmuwan. Demikian pula keadaan orang-orang jahiliyah apakah itu di tanah arab atau lainnya. Maka saat Islam datang dan Al-Quran turun, tidak secara jelas dan tegas menyertakan adanya gerakan bumi karena mereka menyangkanya diam. Seandainya Al-Quran yang mulia ini menyatakan dengan jelas dan tegas kepada mereka, tentu mereka akan mendustakannya dan terhalanglah antara mereka dengan hidayah Islam yang menjadi tujuan utama Al-Quran diturunkan. Maka termasuk bagian dari hikmah yang luar biasa serta mukjizat bagi ilmu pengetahuan dan bahasa penyampaian yang terdapat dalam metode Al-Quran adalah Allah memberitahukan kepada manusia akan hakikat alam raya ini dengan isyarat yang disesuaikan dengan akal mereka saat itu dan bukan dengan keterangan yang jelas dalam ayat-ayat Al-Quran yang mulia dengan tanpa menyelisihi kenyataan secara ilmiah, dengan pernyataan yang mereka mampu memahami nash-nash ayat sesuai dengan kemudahan ilmu yang mereka miliki pada setiap zaman. Hingga saat ilmu telah menjadi maju sebagaimana masa kita zaman sekarang ini mereka mendapati bahwa pada makna-makna Al-Quran  terdapat perkara yang ternyata telah menyingkap kenyatan-kenyataan tersebut. Ini adalah kemukjizatan  Al-Quran dalam metode penyampaian, selain dari makna yang dikandungnya dan tidak ada yang mampu melakukannya selain Allah.

Sumber: Majalah Qiblati Edisi Dua Tahun Ketiga

%d blogger menyukai ini: