Matan Syair Abu Bakar bin Abu Dawud (lahir 230 H), Putra dari Imam Abu Dawud Pemilik Kitab Sunan

1 Jun

منظومة الحائية

عبدالله بن الإمام أبي داود سليمان ابن الأشعث , أبوبكر السجستاني

 Matan Manzhumah Al-haa’iyah, karya imam Abu Bakar Abdullah ibn Abu Dawud As-sijistani rahimahullah.

  1. تمسك بحبلِ الله وأتبعِ الهُدى

(Berpegang Teguhlah dengan Tali Allah dan ikutilah petunjuk)

ولا تكُ بدعيا لعلك تُفلحُ

(Dan Jangan lah kamu menjadi pelaku bid’ah, agar kamu beruntung)

2. ودنْ بكتابِ الله والسننِ التي

(Ber agamalah dengan dasar kitab Allah dan Sunnah)

أتت عنْ رسول الله تنجو وتربحُ

(yang datang dari Rosulullah,  kamu akan selamat dan beruntung)

3. وقل غيرُ مخلوقٍ كلام مليكنا

(katakanlah : Firman Raja Kita(Allah) bukanlah makhluk)

بذلك دان الـأتقياء , وأفصحوا

(Dengan itulah orang-orang yang bertakwa berkeyakinan, dan dengan lantang mereka berkata)

4. ولا تكُ في القرآن بالوقف قائلاً

(Janganlah menjadi orang yang menahan diri dari berbicara tentang Al-qur’an)

كما قال أتْباعٌ لجمٍ وأسححُو

(seperti yang dikatakan pengikut jahm(bin shofwan), dan mereka pun bermudah-mudahan)

5. ولا تقل القرآن حلْقٌ قرأْتُهُ

(Janganlah mengatakan bacaanku dengan alqur’an adalah makhluk)

فإن كلام اللهِ باللفظ يُوضحُ

(Sesungguhnya Firman Allah ketika dilafazhkan harus di jelaskan)

6. وقل يتجلى الله للخلقِ جهرةً

(dan katakanlah : Allah menampakkan diri kepada makhluk dengan nyata)

كما البدر لا يخفى وربك أوضحُ

(seperti purnama, tidaklah samar(ketika melihat NYA). Dan bahkan Rabb mu lebih nyata)

7. وليس بمولدٍ وليس بوالدٍ

(dan Allah Tidak mempunyai anak dan tidak diperanakkan)

وليس له شِبْهٌ تعالى المُسبحُ

(Tidak ada yang menyerupai NYA, Maha Tinggi Dzat yang Maha Suci)

8. وقد يُنكِر الجهمي هذا عندنا

(Orang-orang jahmiyah mengingkari hal yang ada pada kami ini*(yaitu dilihatnya Allah di akhirat))

بمصداقِ ما قلنا حديثٌ مصرحُ

(terdapat hadits yang jelas untuk membenarkan apa yang kami katakan)

9. رواه جريرٌ عم مقالِ مُحمدٍ

(diriwayatkan oleh jarir dari sabda Muhammad)

فقلُ مِثل ما قد قال ذاك تنْجحُ

(Maka berkatalah sebagaimana yang Nabi sabdakan tentang itu, maka kamu akan beruntung)

10.  وقد ينكرُ الجهمي أيضاً يمينهُ

(dan sungguh orang-orang jahmiyah juga telah mengingkari Tangan kanan- NYA)

وكِلتا يديه بالفواضلِ تنْفحُ

(dan bahkan (yang benar adalah) kedua Tangan NYA terus memberi kenikmatan dan karunia)

11.  وقل ينزلُ الجبارُ في كلِّ ليلةٍ

(dan katakanlah : Dzat Yang Maha Perkasa turun pada setiap malam)

بلا كيفَ جلَّ الواحدُ المُتمَدحُ

(Tanpa diketahui bagaimana TurunNYA, Maha Agung Dzat Yang Maha Esa dan Terpuji)

12.  إلى طبقِ الدنيا يمُنُّ بفضلهِ

((turun) ke tingkat paling bawah, memberi  dengan karunia-Nya)

فتفرجُ أبواب السماءِ وتُفتحُ

(Maka di bukalah pintu-pintu langit)

13.  يقولُ أَلا مُستغفرٌ يَلقَ غافراً

(Dia berfirman, ketahuilah siapa yang minta ampun akan mendapatkan ampunan)

ومُستمنحٌ خيراً ورِزْقاً فُمنحُ

(dan siapa yang meminta kebaikan dan rezeki, maka dia akan di beri)

14.  روى ذاك قومٌ لا يردُّ حديثُهم

(Hal itu(yaitu turunnya Allah) telah diriwayatkan oleh kaum yang tidak di tolak hadits mereka)

ألا خابَ قومٌ كذبوهم وقُبِّحوا

(ketahuilah telah merugi dan tercela kaum yang mendustakan mereka)

15.  وقل: إنَّ خير النَّاسِ بعد محمَّدٍ

(Dan katakanlah : Seseungguhnya sebaik-baik manusia setelah Muhammad)

وزيراهُ قدَماً ثم عثمانُ الارجَحُ

(dua penolongnya(yaitu abu bakar dan umar) yang lebih dulu, kemudian ‘Utsman menurut pendapat yang lebih kuat)

16.  ورابعهُمْ خيرُ البريَّة بعدهُم

(dan yang ke empat adalah sebaik-baik manusia setelah mereka)

عليٌّ حليفُ الخيرِ بالخيرِ مُنْجِحُ

(-yaitu- ‘Ali sekutu kebaikan, dengan kebaikan akan menyelamatkan)

17.  وإنَّهم للرَّهطُ لا ريبَ فيهمُ

(mereka –dan orang-orang yang akan disebutkan berikut- adalah sekelompok orang yang tidak ada keraguan pada mereka)

على نُجبِ الفردوسِ بالنُّور تَسرحُ

(di atas unta mulia di surge firdaus, dengan cahaya ia berjalan)

18.  سعيدٌ وسعدٌ وابن عوفٍ وطلحةُ

(Sa’id, Sa’d, Ibnu ‘auf, dan Thalhah)

وعامرُ فهرٍ والزبيرُ الممدَّح

(‘Amir fihr, dan Az-zubeir yang dipuji)

19.  وقل خيرض قولٍ في الصحابة كلِّهم

(Dan berkatalah dengan perkataan yang baik pada semua shahabat)

ولا تك طعَّاناً تعيبُ وتجرحُ

(Janganlah menjadi pencela yang mencaci dan mencerca)

20.  فقد نطقَ الوحيُ المبينث بفضلِهم

(Sungguh wahyu yang nyata telah berbicara tentang keutamaan mereka)

وفي الفتح آيٌ للصَّحابةِ تمدحُ

(Dan di dalam surat Al-Fath terdapat ayat yang memuji shahabat)

21.  وبالقدرِ المقدورِ أيقِن فإنَّه

(Dan yakinlah dengan takdir  yang ditentukan, sesungguhnya ia)

دعامةُ عقدِ الدِّين ، والدِّينُ أفيحُ

(Rukun ikatan agama dan agama itu luas)

22.  ولا تُنكِرَنْ جهلاً نكيراً ومُنكراً

(Janganlah engkau ingkari Nakir dan Munkar karena ketidak tahuan)

ولا الحوْضَ والِميزانَ انك تُنصحُ

(Jangan pula ingkar kepada telaga dan timbangan, sesungguhnya enkau mendapat nasihat)

23.  وقُلْ يُخرجُ اللهُ الْعظيمُ بِفَضلِهِ

(Dan Katakanlah : Allah Yang Maha Agung dengan karunia-NYA akan mengeluarkan)

مِنَ النارِ أجْساداً مِنَ الفَحْمِ تُطرحُ

(dari neraka, dari tubuh-tubuh yang telah menjadi arang, lalu di letakkan)

24.  عَلى النهرِ في الفِرْدوسِ تَحْيَا بِمَائِهِ

(Ke sungai di surge firdaus yang dengan airnya, jasad itu akan hidup)

كَحِبِّ حَمِيلِ السَّيْلِ إذْ جَاءَ يَطْفَحُ

(seperti biji yang dibawa banjir ketika meluap)

25.  وإن رَسُولَ اللهِ للخَلْقِ شَافِعٌ

(Dan sesungguhnya Rosulullah member syafa’at kepada manusia)

وقُلْ في عَذابِ القَبْرِ حَقّ موُضحُ

(Katakanlah : tentang adzab kubur itu haq dan telah di jelaskan)

26.  ولاَ تُكْفِرنْ أَهلَ الصلاةِ وإِنْ عَصَوْا

(Dan janganlah sekali-kali kamu mengkafirkan ahlu shalat meski berbuat maksiat)

فَكُلهُمُ يَعْصِي وذُو العَرشِ يَصفَحُ

(Setiap Manusia berbuat maksiat, dan Dzat Pemilik ‘Arsy Maha Pemaaf)

27.   ولَا تَعتقِدْ رأيَ الْخَوَارجِ إِنهُ

(Dan janganlah kamu meyakini pendapatnya khawarij, karena ia)

مقَالٌ لَمنْ يَهواهُ يُردي ويَفْضَحُ

(mempunyai perkataan yang bagi siapa yang mencintai ucapan tersebut, akan menghancurkan dan membinasakan)

28.  ولا تكُ مُرْجيًّا لَعُوبا بدينهِ

(dan janganlah kamu menjadi murji’ yang bermain-main dengan agama)

ألاَ إِنمَا المُرْجِي بِالدينِ يَمْزحُ

(ketahuilah sesungguhnya seorang murji’ bersenda gurau dengan agamanya)

29.  وقلْ : إنمَا الإِيمانُ : قولٌ ونِيةٌ

(dan katakanlah : sesungguhnya iman adalah ucapan dan niat)

وفعلٌ عَلَى قولِ النبِي مُصَرحُ

(serta perbuatan , yang diterangkan oleh Nabi)

30.  ويَنْقُصُ طوراً بالمَعَاصِي وتَارةً

(Dan akan berkurang kadarnya dengan maksiat-maksiat, dan terkadang)

بِطَاعَتِهِ يَمْنَي وفي الوَزْنِ يَرْجَحُ

(akan bertambah dengan ketaatan, dan akan berat ketika ditimbang)

31.  ودعْ عَنْكَ آراءَ الرجالِ وقَوْلَهُمْ

(Tinggalkanlah olehmu pendapat-pendapat orang dan perkataan mereka)

فقولُ رسولِ اللهِ أزكَى وأَشْرحُ

(-karena- perkataan Rosulullah itu lebih bersih dan lebih terang)

32.  ولا تَكُ مِن قوْمٍ تلهوْا بدينِهِمْ

(Dan janganlah kamu termasuk kaum yang bermain-main dengan agama mereka)

تَطْعَنَ في أهلِ الحَديثِ وتقدحُ

(-yang menyebabkan- kamu mencela dan mencerca ahli hadits)

33.  إِذَا مَا اعْتقدْت الدهْرَ يا صَاحِ هذهِ

(jika engkau, wahai saudaraku, selama hidup meyakini hal ini)

فأَنْت عَلَى خَيْرٍ تبيتُ وتُصْبِحُ

(Maka kamu di atas kebaikan di waktu malam dan pagi)

Biografi penulis : http://alkatuni.110mb.com/biografi/ibn_abudawud.php

matan : http://alkatuni.110mb.com/fiqh_hadits/haiah.php

Selesai ditulis dan dikutip oleh abu Muhammad nizamul adli, di wisma ukhuwah , 28 mei 2011. dari buku “inilah ajaran ahlus sunnah wal jama’ah” ,syarah manzhumah al-haa’iyah.

%d blogger menyukai ini: